PT KG Dibidik Polisi

Kapolres: Kita Sudah Banyak Terima Laporan

AKBP Drs Leonidas Braksan MM

AKBP Leonidas Braksan MM

KARIMUN, METRO: Dari 13 perusahaan yang mendapat izin pertambangan yaitu PT Karimun Granit (KG) yang bergerak di bidang pertambangan batu granit di Gunung Betina, Kabupaten Karimun, saat ini perusahaan ini menjadi bahan pembicaraan di tingkat kepolisian terkait masalah kerusakan lingkungan diareal lokasi pertambangan tersebut. Bahkan didapati dua anggota Polda yang dipimpin Kasat II Polda Kepri AKP Edwar Eka C SIK mendatangi Karimun didapati sedang mengadakan pengumpulan data tentang PT Karimun Granit tersebut.


Namun Edward yang ditemui wartawan koran ini belum dapat mengatakan maksud tujuannya datang ke Karimun. Namun tim dari Polda Kepri tersebut didapati menuju ke Dinas Kehutanan Pemkab Karimun diduga sementara untuk mengumpulkan data tentang PT KG yang berada di Gunung Betina Kabupaten Karimun.

Sementara di tempat terpisah Kapolres Karimun, AKBP Drs Leonidas Braksan MM yang dikonfirmasi terkait kedatangan tim Polda Kepri tersebut diruang kerjanya, Selasa (16/1) mengatakan, memang benar bahwa PT KG sedang dalam penyelidikan pihak Polisi. Namun kasusnya ditangani Polda Kepri.

”Memang banyak laporan yang sudah masuk ke Polres Karimun terkait operasional PT KG yang dinilai akan merugikan daerah ini, diantaranya laporan itu terkait lahan yang digunakan PT KG dimana masuk diareal Hutan Lindung, selain itu masalah Pengrusakan Lingkungan yang sudah cukup parah, tanpa ada reklamasi dari pihak perusahaan tersebut, dan yang terakhir laporan masalah kejelasan areal pertambangan yang dinilai telah melebihi izin yang diberikan, dan semuanya sudah disampaikan ke Dir Reskrim Polda Kepri,” ujar Leo kepada Karimun City.

Kenapa kasus ini diambil Polda Kepri, dikatakan Leo, saat ini pihaknya sedang konsen masalah Pulau Sebaik yang dua berkas tersangkanya sudah di P21 sementara satu berkas lagi masih belum ada persamaan persefsi antara Jaksa dan Polisi hingga belum juga P21.

Namun Leo menjelaskan, bukan hanya PT KG yang menjadi bahan penyelidikan, namun semua Perusahaan pertambangan yang sama dimana kita duga rata-rata tidak memiliki Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) juga akan dilakukan penyelidikan.

”Namun itu setelah usai kasus Pulau Sebaik, namun kita sayangkan rata-rata, nama yang tercantum pada perusahaan itu yang nantinya akan menjadi tersangka, padahal kita ketahui hampir semuanya perusahaan pertambangan tersebut pemodalnya adalah orang Singapura. Dan saya yakin kalau pemilik perusahaan seperti yang tercantum secara tertulis tersebut tidak mengetahui apa modus pemodal-pemodal tersebut,” terang Leo.

”Pasalnya yang didapati daerah ini hanya kerugian yang cukup lama dapat dibenahi, sementara keuntunganya hanya sekilas mata saja,” tambah orang nomor satu di jajaran Polres Karimu ini.(kc/ria)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s